Showing posts with label Kabupaten Padang Lawas. Show all posts
Showing posts with label Kabupaten Padang Lawas. Show all posts

Friday, July 20, 2012

Profil Padang Lawas


Kabupaten Padang Lawas adalah salah satu  Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, yang dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kabupaten padang lawas berdiri sejak diputuskannya  Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 38, Tahun 2007, bertepatan dengan tanggal 10 Agustus 2007. Ibukota kabupaten yang mempunyai  jumlah penduduk 233.933 jiwa dan punya luas wilayah 3.892,74 km bujur sangkar ini adalah Sibuhuan, . 
dan kepala Daerah (Bupati)  pertama  Kabupaten Padang Lawas adalah Basrah Lubis, S.H.

Thursday, July 12, 2012

kebudayaan padang lawas

1. Keagamaan

Mengamalkan ritual keagamaan termasuk dari ciri khas dari masyarakat di kabupaten padang lawas, sehingga dengan kepanatikan terhadap ajaran agama, sebagian masyarakat banyak yang menarik-narik budaya kedalam agama, budaya yang saya maksudkan disini adalah tradisi-tradisi yang dilakukan nenek moyang pada tempo dulu yang belum jelas diketahui sumber pengambilan hukumnya lansung dilaksanakan oleh masyarakat dan dianggap sebagai ritual yang termasuk dalam ajaran agama, seperti kegiatan marpangir yaitu melaksanakan mandi dan membersihkan badan dengan air yang di beri wewangian sebelum bulan puasa, sepanjang niat yang seperti itu masih bisa diterima kalau masyarakatnya mengatakan hal demikian termasuk bagian dari ajaran agama, bahayanya sebagian kecil ada yang sampai menganggap hal itu sebagai syarat mengikuti ibadah puasa pada bulan ramadhan sampai-sampai ada yang yang mengatakan tanpa marpangir puasa tidak sempurna. Akan tetapi belakangan ini masyarakatnya semakin berkembang dan semakin cerdas, dikarenakan semakin banyaknya putra-putri asal padang lawas yang menggali pengetahuan dan menempah sikap kritis terhadap sesuatu yang masih dianggap belum seseai.
dan sebenarnya masih banyak lagi adat istiadat yang sering dikitkan dan atau ditarik-tarik dalam ajaran agama dipadang lawas, dan memang sebahagian besarnya mengarahkan masyarakat menuju ajaran agama yang sesungguhnya.
Hampir 99.99%  dari 233.933 jiwa (data 2007 diawal berdirinya kabupaten padang lawas) menganut agama islam.

2. Adat Istiadat
  • a. Pakaian Adat
 Kabupaten yang mempunyai luas wilayah 3.892,74 km bujur sangkar ini mempunyai pakaian adat yang sama.
 
Adapun pakaian yang dipakaikan sebagai penutup kepala laki-laki disebut dengan istilah Happu, dan aksesoris sebagai penutup kepala perempuan disebut dengan istilah Bulang. peraturan dalam tarian tortor yang ada di padang lawas khususnya daerah barumun tengah dan sekitarnya,  antara lain tidak diperbolehkan memakai alas kaki seperti sepatu kecuali bagi kedua mempelai (bayo pangoli/pengantin putra dan boru nadioli/ pengantin Putri: istilah adat)
  • Tari Tradisional
Nama tarian tradisionalnya adalah tari tor-tor, biasanya prosesi tarian ini terdiri dari panortor dan pangayapi (panortor berada di posisi depan pangayapi)
  • Partuturon 
Partuturon Tutur sapa dalam memanggil seseorang dengan ungkapan sesuai posisinya dan disematkan sebelum nama yang mau dipanggil adalah sesuatu yang sangat urgen diketahui dikabupaten padang lawas. karena menurut budaya dan tradisi yang sudah berkar turun temurun ini tanpa diketahuinya partuturon bisa merusak dan melangggar peraturan yang berlaku dalam adat setempat, secara umum partuturon didaerah ini dibagi menjadi tiga: 
  1. Mora. yaitu bagian kelompok keluarga ibu dan istri. (Tulang, Tunggane, Tulang naposo)
  2. Anak boru. bagian kelompok suami saudara perempuan, suami saudara perempuan ayah, dan suami anak perempuan. (Amang boru, Lae, Bere)
  3. Kahanggi. yaitu bagian kelompok saudara laki-laki ayah (Uda/Paman) sampai keatas (uwak/ amang tua.oppung suhut, anak da pahoppu ).saudara laki-laki, dan anak saudara laki-laki sampai kebawah.
Tiga macam partuturon inilah sebagai induk dari partuturon di padang lawas, begitu kata salah seorang yang mengerti tentang partuturon yang juga sama asalnya dengan penulis yaitu dari Kabupaten Padang lawas. Dan tiga partuturon ini lah yang disebut dalam satu istilah Dalihan Natolu (Mora, Anak Boru, Kahanggi). dari sebutan panggil atau partuturon yang tiga mcam ini lalu berkembang menjadi ada mora ni mora dan atau pisang raut.